Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PARAH ! Kepala Sekolah MAN Tunjukkan K3maluannya dan Rem4s Payud4ra Pegawai Honorer Karena Terlalu Besar

   

Kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Serdangbedagai Fahri Nasution (50 tahun) diduga melakukan pelecehan s3ksu4l terhadap YE (29 tahun), seorang pegawai honorer wanita yang bertugas di bagian perpustakaan di madrasah yang ia pimpin.

Oleh korban, Fahri telah dilaporkan ke Polres Serdangbedagai pada tanggal (17/20) lalu, dengan STTLP bernomor STTLP/180/IX/2020/SU/RES SERGAI.

Sayangnya, laporan YE ke polisi berlarut-larut tanpa kejelasan. 

Barulah ketika YE melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut, pihak Polres Serdangbedagai melakukan gelar perkara kasus tersebut belum lama ini. 

Laporan YE kepada Ombudsman terkait lambatnya penanganan polisi berujung pada pemanggilan Kapolres Sergai ke kantor Ombudsman yang dijadwalkan pada hari Kamis (15/21).



Menurut YE, Fahri tak cuma sekali melecehkannya, melainkan sudah berkali-kali.  Pel3cehan s3ksu4l dialami YE sejak Desember 2019.

Dalam melancarkan aksinya, Fahri menerapkan berbagai modus. 

"Dia ajak saya jalan-jalan, ajak makan, ujung-ujungnya dia raba dada saya," ujar YE kepada wartawan.

Pelecehan seksual yang dilakukan Fahri terhadap YE pun disebut terjadi di beberapa tempat, salah satunya di ruang perpustakaan madrasah yang ia pimpin.

Di tahap awal, Fahri dengan beringas memeluk YE. YE mencoba melawan, namun itu justru membuat Fahri makin bernafsu.

"Dia remas buah dada saya. Saya sangat ketakutan dibuatnya," beber YE.

Sejak saat itu, Fahri semakin menjadi-jadi. YE sendiri mengaku sudah berupaya menghindari bertemu dengan Fahri.

Namun Fahri tak kehabisan akal. Ia panggil YE ke ruangannya dan di sana, ia tunjukkan kemaluannya kepada YE.

Hal itu pun membuat YE tidak tahan lagi untuk tidak melaporkan bosnya itu ke polisi. Di titik itu YE sudah tak lagi peduli jika dirinya kehilangan pekerjaannya.

Sementara itu, Fahri sendiri membantah apa yang dibeberkan YE kepada wartawan.

Fahri menganggap semua yang disampaikan YE adalah fitnah. Ia berdalih bahwa tidak mungkin ia melecehkan YE, lebih-lebih karena saat ini sedang pandemi COVID-19.

"Tidak ada perbuatan cabul yang saya lakukan terhadap dia (YE) seperti yang dialamatkan kepada saya. Apalagi kan sekarang sekolah daring dari rumah," katanya.

sumber : indozone.id