Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tragis !! "Maling Tewas Dikubur Hidup-hidup, Tubuh Diikat dan Dikarungi,, Terduga Mencuri Sayur 必 !!!


TRIBUNJATENG.COM, GARUT - Pelaku dugaan pencurian alias maling tewas dikubur hidup-hidup oleh warga yang geram di Garut.

Polres Garut menetapkan 14 orang tersangka dari 20 orang saksi.


Para pelaku diketahui menganiaya korban hingga pingsan.


Mereka kemudian menguburnya di ladang jagung yang berlokasi di kaki Gunung Cikuray.


Maman (50), sosok korban yang meninggal tragis dengan luka sayat di leher dan badan diketahui sebelumnya pernah melakukan aksi pencurian.


Namun pencurian tersebut berujung damai setelah dimediasi oleh warga.

"Ada memang kejadian di mana korban dulu pernah dimediasi karena pernah melakukan tindak pidana pencurian," ujar Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto, Selasa (26/10/2021).


Warga menyadari Maman pernah melakukan aksi pencurian tersebut kemudian geram karena mendapati Maman kembali melakukan aksi pencurian setelah kepergok sedang berada di gudang sayuran milik warga.


Kemudian, Maman menjadi sasaran amuk massa dengan banyak luka pukulan dan luka akibat benda tumpul seperti besi dan batu


Korban kemudian diikat dengan tali dan dimasukan ke dalam karung lalu dikubur.


Saat jasadnya mulai ditutupi tanah, Maman diketahui masih hidup oleh salah satu tersangka berinisial S (39).


S kemudian turun ke dalam lubang kuburan dan menggorok leher korban dengan golok.


"Saat penguburan ternyata korban masih dalam keadaan hidup kemudian ada pelaku dengan inisial S langsung datang masuk ke dalam galian tersebut dan kemudian menghabisi saudara maman ini dengan melakukan luka sayatan di bagian leher," ujar AKBP Wirdhanto dalam pers konferensi di Polres Garut, Selasa (26/10/2021).


Saat dipastikan Maman sudah dalam keadaan tidak bernyawa, kemudian para tersangka kembali melanjutkan proses penguburan.


Peran S yang menggorok leher korban dinilai sebagai tindak pidana yang dikenakan Pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.


Sementara ke 13 orang tersangka lainnya di jerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 (lima belas) tahun penjara.


Pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke-3e KUHP ancaman hukuman 12 (dua belas) tahun penjara dan Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 7 (tujuh) tahun penjara.


"Pasal akan kami sesuaikan dengan peran masing-masing. Ada yang ancaman hukumannya maksimal seumur hidup," ujar Wirdhanto.