Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Innalillahi, Pelaku pembacokan akhirnya Tewas dihakimi massa////

  




Bima - Seorang pria berinisial SR asal Kecamatan Monta, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tewas dihakimi warga. Sebelum tewas, SR nekat membacok salah seorang pemuda hingga terluka parah.

"SR nekat membacok korban berinisial AR alias Atok di tengah kerumunan warga Sakuru lainnya yang tengah menggali kubur di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Sakuru. Penganiayaan tersebut berlangsung sekitar pukul 08.45 Wita, Minggu, 28 November 2021, mengakibatkan korban terkapar tak sadarkan karena luka parah di bagian kepalanya," kata Kasat Reskrim Polres Bima Iptu Masdidin, Minggu (28/11/2021).

Awalnya Atok tengah membantu warga menggali kuburan, tiba-tiba dihampiri oleh SR dari arah belakang dengan membawa sebilah parang. SR langsung membacoknya hingga jatuh terkapar tidak sadarkan diri.



"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada kepala bagian kiri," ujar Masdidin.

Atok yang dalam kondisi kritis langsung dilarikan ke Puskesmas dan tak lama kemudian dirujuk ke RSUD Bima. Sementara SR langsung melarikan diri ke arah persawahan yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Upaya SR dalam melarikan diri tidak berjalan mulus. Dia terkejar oleh warga hingga terkepung.

Meski pelaku sempat berusaha mengamankan diri di rumah salah satu warga Sakuru, warga yang mengejar, merangsek masuk rumah. Pelaku pun terpaksa kembali keluar dari rumah tersebut.

Melihat pelaku yang lari keluar rumah, warga yang pun kemudian mengejar dan menghakiminya hingga tewas di tempat.

"Pelaku terkepung dan tidak bisa lari ke arah timur menuju Desa Tangga, sehingga pelaku kembali ke arah barat Desa Sakuru. Pelaku yang meninggal dunia, kemudian langsung dibawa ke RSUD Bima," jelas Masdidin.

Masdidin menjelaskan, motif kejadian tersebut karena dendam. Pasalnya, Atok diduga menjadi pelaku pelemparan yang mengenai kepala SR. Kejadian itu berlangsung pada Rabu (17/11) lalu ketika SR mengunjungi rumah saudaranya di Desa Sakuru.

"Pada saat itu pelaku mengunjungi sepupunya di Desa Sakuru, pelaku dilempar oleh korban dengan menggunakan batu yang mengakibatkan luka lecet pada tangan kiri pelaku. Pelaku dilempar dengan menggunakan batu oleh korban karena pelaku belum bisa membayar harga bawang milik saudara Atok," jelasnya.

Polisi saat ini berjaga di antara dua desa yang berdekatan tersebut. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.

Polisi juga mengimbau keluarga korban tewas agar tidak melakukan aksi balasan. Polisi memastikan akan mengusut tuntas kejadian tersebut.

"Situasi di Desa Sakuru dan Desa Tangga pasca kejadian tersebut masih terpantau aman dan terkendali," ujar Masdidin.


Artikel ini telah diterbitkan akun grup Telegram Channel Info Kriminal, pada tanggal 29 Nopember 2021.