Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ucapan Guru Pesantren Sebelum Perkosa Santriwati, Ucapkan Ini saat Korban Melahirkan: Kita Berjuang///

  







Sosok Herry Wirawan, guru ngaji di Bandung yang merudapaksa belasan santriwatinya masih menjadi sorotan tajam.







Pria bejat yang bersembunyi di balik profesinya itu merusak masa depan anak-anak di bawah umur.




Dalam dakwaan jaksa, Herry Wirawan melancarkan aksi cabul kepada 12 santriwatinya sejak 2016.Kini, baru diketahui total korban yang telah dirudapaksanya itu mencapai 21 orang.




Dari 12 santriwati sebelumnya, delapan di antaranya telah melahirkan bayi.



Bejatnya, Herry merudapaksa belasan santriwatinya di berbagai tempat.



Satu di antaranya adalah di Pesantren Tahfidz Madani, rumah tempat korban belajar dan menghapal Al Quran.



Dikutip dari dalam berkas dakwaan tercantum Herry sering melakukan perbuatan bejatnya di kamar, di rumah tersebut.



Herry diketahui memiliki kamar tidur di lantai bawah sedangkan sejumlah santrinya di kamar atas.



Ternyata siasat Herry merudapaksa korbannya dengan bujuk rayu.



Pria berusia 36 tahun itu berpura-pura memanggil santriwatinya ke kamar untuk minta dipijat atau pun berbincang.



Meski korbannya menangis dan ketakutan, lelaki yang disebut guru ngaji itu tetap merudapaksa santriwati yang usianya masih belasan tahun itu.



Ternyata guru ngaji itu punya cara untuk meluluhkan korban dengan cara membisikkan sesuatu ke telinga korban.



Bisikan misterius tersebut akhirnya membuat korban luluh melakukan perbuatan haram tersebut.



"Kalau menurut keterangan dari anak-anak. Mereka itu awalnya menolak, tapi setelah si pelaku itu memberikan bisikan di telinga, korban jadi mau."



"Ada bisikan ke telinga korban dari pelaku setiap mau melakukan itu," ujar Yudi Kurnia saat di wawancarai Tribunjabar.id, Jumat (10/12/2021) di Kantor LBH Serikat Petani Pasundan.



Yudi menuturkan bisikan tersebutlah yang membuat korban menjadi mau untuk melayani pelaku.



Bisikan tersebut juga menurutnya dilakukan secara dekat ke telinga korban.

Tak hanya itu, jika korbannya menolak Herry terus membujuknya hingga mengeluarkan ucapan manis.



Lalu, apa yang ucapan Herry sehingga korban luluh dan menurut padanya?

Berikut inilah beberapa ucapan pelaku Herry Wirawan hingga korban tak berkutik menolaknya."Jangan takut, enggak ada seorang ayah yang akan menghancurkan masa depan  anaknya," rayu Herry seperti yang tercantum dalam dakwaan.




Karena perbuatan bejatnya itu, empat korbannya hamil dan melahirkan.

Ada sembilan bayi yang dilahirkan akibat pemerkosaan yang dilakukan Herry Wirawan.



Dia meyakinkan korban yang hamil akibat napsu bejatnya dengan berjanji akan merawat anak-anak hasil perudapaksaan.



"Biarkan dia lahir ke dunia, Bapak bakal biayai sampai kuliah, sampai dia sudah mengerti, kita berjuang bersama-sama," katanya.




Kepada para korbannya, Herry Wirawan menanamkan doktrin bahwa guru harus selalu ditaati.



"Guru itu Salwa Zahra Atsilah, harus taat kepada guru," kata Herry seperti dikutip dari berkas dakwaan



Dalam dakwaan juga terungkap santriwati tak berani melaporkan perbuatan bejat guru ngajinya tersebut karena janji-janji Herry.




Para korban dijanjikan menjadi polisi wanita sampai janji akan menjadikan pengurus di pesantren.

Ia juga menjajikan membiayai kuliah dan mengurus pesantren.